Merasa Cukup!

Merasa Cukup!

SriSundari“Merasa cukup itu penting, merasa ‘lapang’ itu harus… dunia terlalu bising jika ditakar dari hal yang tidak kita punya!”

Selalu saja ada yang kurang atau tidak ideal dalam hidup ini. Selalu saja dirasa ada yang kurang, meskipun sudah banyak yang diraih. 

Mimpi ingin memiliki sesuatu yang lebih, sah sah saja.  Semua orang berhak memiliki mimpi. Namun berhasilnya mewujudkan mimpi tersebut, bukanlah menjadi ukuran ‘cukup’ atau bisa menjadi seseorang bahagia. Biasanya, usai mimpi tersebut terwujud, ada muncul lagi mimpi-mimpi lainnya.

Yang tadinya kerap naik angkutan umum, ingin memiliki sepeda motor agar perjalanan merasa lebih aman dan nyaman.  Begitu memiliki sepeda motor, tergiur ingin memiliki mobil agar tidak kepanasan, begitu seterusnya.

Bagaimana memahami ukuran ‘cukup’ dan menjalani kehidupan sehari-hari yang kerap kali dirasakan selalu kurang dan tidak puas?

Merasa cukup itu merupakan sebuah kondisi batin yang tenang, damai dan puas dengan apa yang dimiliki, rela menerima rezeki yang ada. Dengan rasa ‘cukup’, seseorang akan fokus pada yang sudah ada di depan mata serta menerima kenyataan dan menyadari bahwa kekayaan sejati ada di hati yang merasa cukup, bukan dari materi.

Belajar berdamai dengan diri sendiri untuk mengatakan ‘cukup’! Karena sesungguhnya, rasa berkecukupan yang datang bukan dari kelimpahan, tetapi dari kepuasan. Tak ada yang kurang, hingga perlu ditambah, sebaliknya tidak juga berlebihan sehingga tidak mubazir dan bingung memikirkan mau dikemanakan sisanya. Hanya sekadar cukup!

Yah, ketenangan yang hakiki itu adalah rasa cukup, tanpa mengesampingkan proses dan usaha yang sudah dilakukan.  Memang, tidak mudah melepas begitu saja ‘letup-letup’ keinginan yang belum diraih. Namun, cobalah rehat sejenak, renungi dengan segala apa yang sudah dicapai saat ini.  Jangan selalu melihat ke atas, namun resapi dengan semua pencapain yang sudah dilalui.

Rasa cukup itu selalu diwujudkan dengan bersyukur. Bersyukur untuk apa yang ada saat ini.  Bersyukur merupakan suatu keputusan, bukan semata-mata muncul dari hasil kesuksesan ataupun pencapaian, apalagi materi.

Namun, bersyukur itu adanya dihati, dirasakan oleh hati, dan tidak akan muncul kalau dari diri kita sendiri tidak memutuskan untuk selalu bersyukur dengan apa yang sudah terjadi.  Selalu dan selalu bersyukur!

Dengan selalu bersyukur, seseorang akan melihat apa yang sebelumnya tak tampak, bijaksana dalam menghargai apa yang ada dan menemukan rasa cukup meski dari hal-hal yang sangat sederhana.

Ingat, bersyukur itu bukan karena kita bahagia, namun rasa syukur itulah yang membuat kita jadi bahagia!(NA/Inspirasi dari tayangan youtube Dr. Sri Sundari MFSW Pengembangan Diri)

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"