Mindfulness, Seni Berdamai dengan Diri Sendiri dan Menerima Kondisi Saat Ini

Mindfulness, Seni Berdamai dengan Diri Sendiri dan Menerima Kondisi Saat Ini

SriSundari – Mindfulness adalah kemampuan dasar seseorang untuk hadir sepenuhnya dan menyadari dimana dia berada, apa yang sedang dia lakukan dan mengamati  pikiran atau perasaan tanpa menghakimi.

Mindfulness dapat diartikan sebagai suatu sikap yang memiliki kesadaran penuh terhadap apa yang sedang terjadi pada saat ini. Dengan memperhatikan pikiran, perasaan, sensasi tubuh, maupun lingkungan sekitar dengan sikap terbuka dan tidak menghakimi.

Misalnya, ketika seseorang melakukan mindfulness, dia tidak harus menghilangkan pikiran negatif atau memaksa dirinya untuk selalu merasa tenang, namun dia harus belajar menyadari bahwa pikiran dan emosi dapat muncul dan berlalu. Misalnya, ketika sedang merasa cemas, seseorang dapat menyadari, “Saya sedang merasa cemas,” tanpa langsung menyimpulkan bahwa sesuatu yang buruk pasti akan terjadi.

Dengan demikian, mindfulness bukan berarti berhenti berpikir, melainkan belajar memiliki hubungan yang lebih sadar dengan pikiran dan perasaan.

Mindfulness merupakan teknik untuk meningkatkan kesadaran terhadap apa yang kita rasakan dan pikirkan tanpa menghakimi, sehingga dengan menanamkan pengertian seperti ini, diharapkan seseorang dapat:

  • Meningkatkan fokus: Mengenali pikiran otomatis dari bawah sadar.
  • Mengelola emosi: Mengubah reaksi emosional yang tidak sehat.
  • Meredakan stress: Mengelola stres dengan lebih efektif.

‘Tanpa menghakimi’ berarti diri kita sudah bisa menerima pikiran, emosi, atau sensasi tubuh apa adanya tanpa langsung melabelinya sebagai ‘baik’ atau ‘buruk’.

Mindfulness juga merupakan salah satu metode meditasi untuk meredakan stres atau kecemasan agar pikiran seseorang tenang serta dapat fokus atau memusatkan perhatian terhadap apa yang tengah terjadi saat itu.

Yang perlu diperhatikan adalah, banyak orang menganggap bahwa dengan menerapkan tekhnik mindfulness, akan membuat seseorang selalu merasa tenang atau bahagia. Anggapan ini salah, karena mindfulness bukan tentang memaksa diri untuk merasa positif.

Mindfulness merupakan latihan kesadaran, bukan sekedar tekhnik untuk membuat seseorang merasa rikleks.  Jadi, seseorang tetap dapat merasa sedih, marah, kecewa, atau cemas ketika melakukan mindfulness. Yang dilatih adalah kemampuan untuk menyadari pengalaman tersebut tanpa langsung menolak, menghakimi, atau terbawa sepenuhnya oleh pengalaman itu.

Bagi seseorang yang mengalami gejala seperti kecemasan berat, depresi, trauma, gangguan tidur yang menetap, atau kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, segera berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater tetap penting.  Dan gunakan tekhnik mindfulness sebagai pelengkap dalam perawatan, sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.

Pada akhirnya, mindfulness bukan tentang membuat hidup bebas dari masalah, namun belajar untuk hadir dan menyadari sehingga dapat segera merespon pengalaman dengan lebih penuh kesadaran.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"