Kemenpar Dorong Operator Tur dan Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata Tematik Baru Lewat Famtrip

Kemenpar Dorong Operator Tur dan Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata Tematik Baru Lewat Famtrip

SriSundari – Guna menghasilkan paket wisata berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak sejumlah operator tur dan agen perjalanan (TA/TO) nusantara, mengeksplorasi potensi wisata berbasis mindfulness, gastronomi, dan sejarah budaya (heritage) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) serta kawasan Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya di Jakarta, mengatakan kegiatan familiarization trip (famtrip) ini merupakan respons terhadap pergeseran tren wisata masyarakat, dari wisata massal menuju pengalaman yang lebih bermakna dan bernilai tinggi.

Lebih lanjut Made memaparkan, perubahan tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan aktivitas sehari-hari dan menjadikan liburan sebagai sarana perawatan diri (self-care), pemulihan kesehatan mental, serta kesempatan memperoleh pengalaman berkesan.

“Tren wisatawan nusantara, khususnya segmen menengah ke atas dari wilayah Jabodetabek, kini tidak lagi sekadar mencari destinasi untuk berfoto, melainkan pengalaman mendalam yang memberikan ketenangan jiwa dan narasi sejarah yang kuat,” ungkap Made.

Kemenpar Dorong Operator Tur dan Agen Perjalanan Nusantara Ciptakan Paket Wisata Tematik Baru Lewat Famtrip

Famtrip ini, lanjut Made, bukan sekadar perjalanan pengenalan destinasi, melainkan sarana mempertemukan pembeli dan penyedia layanan wisata melalui pertemuan bisnis (business-to-business/B2B). Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan transaksi yang bermanfaat bagi ekonomi lokal sekaligus mendukung pencapaian target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada 2026.

“Melalui Famtrip ‘Harmoni Raga, Rasa, dan Tradisi’, kami menjembatani 10 tour operator dan agen perjalanan potensial untuk bertransaksi langsung dengan para pengelola atraksi lokal. Target utama kami adalah terciptanya kesepakatan paket tur komersial baru, baik open trip maupun private group yang siap dipasarkan, sehingga mampu meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan di Yogyakarta dan Borobudur,” kata Made.

Sebanyak 10 perwakilan biro perjalanan dan asosiasi pariwisata berpartisipasi dalam kegiatan ini, di antaranya Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Aliansi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (AITTA), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), dan Asosiasi Kembali Berwisata Indonesia (KEMBERIN).

Selama lima hari empat malam, pada 16–20 Oktober 2026, peserta menikmati berbagai pengalaman wisata yang memadukan kuliner, sejarah, budaya, dan kebugaran. Kegiatan diawali dengan eksplorasi gastronomi bersama Dje Djak Rasa melalui Telusur Kampung Santan Spesial Ingkung di Bantul, yang memadukan sajian ayam ingkung dengan kisah resep tradisional.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"