Festival Sandeq Silumba, Identitas Mandar yang Siap Mendunia

Festival Sandeq Silumba, Identitas Mandar yang Siap Mendunia

SriSundari – Festival Sandeq Silumba merupakan sebuah kompetisi perahu layar tradisional khas suku Mandar. Dikenal sebagai ikon budaya Mandar, yang sejak dahulu menjadi alat transportasi utama nelayan Mandar, kini menjelma sebagai simbol kegigihan, keberanian, dan kearifan lokal masyarakat pesisir dalam menghadapi kehidupan.

Lebih dari sekadar sarana transportasi, sandeq telah menjadi warisan budaya maritim, sebuah identitas dan kehormatan masyarakat Mandar, Sulawesi Barat. Walau tanpa mesin, sandeq mampu berlayar melawan arah angin dengan kecepatan mencapai 15-20 knot.

Laut bagi masyarakat Mandar bukan hanya sumber penghidupan tapi juga ruang spiritual. Karenanya pelayaran sandeq kerap diiringi ritual-ritual adat untuk keselamatan. Ini mencerminkanh kepercayaan dan kearifan lokal yang menghormati alam sebagai sesuatu yang sakral mengenai perjalanan hidup.

Nama Sandeq sendiri dalam bahasa Mandar berarti runcing, merujuk pada bentuk haluannya yang tajam dan lancip berarti ketegasan dalam tujuan hidup. Bentuknya seperti sayap perisai, kelincahan dan desainnya yang aerodinamis, serta layar yang terbuka melambangkan keterbukaan terhadap perubahan dan tantangan.

Makna yang terkandung di dalam sandeq inilah yang menjadi unique selling point dan membuat Festival Sandeq Silumba semakin menarik untuk diselami lebih dalam. Melalui festival ini, generasi muda dapat terus mengenal sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur.

Festival Sandeq Silumba 2025 berlangsung selama 6 hari yaitu 21-26 Agustus 2025 yang dilaksanakan di sepanjang pesisir pantai Polewali Mandar, Majene dan Mamuju dengan total jarak sekitar 231 kilometer. Para passandeq sebutan bagi pelayar yang mengemudikan perahu sandeq, melakukan rangkaian etape dimulai dari Pantai Bahari (Polman) menuju Pamboang (Majene), dilanjutkan ke Banua Sendana (Majene), kemudian menuju Deking (Majene), berlanjut ke Mamuju, dan ditutup dengan etape terakhir pada 26 Agustus 2025, yakni mengelilingi Pulau Karampuang, Mamuju.

Festival Sandeq Silumba yang merupakan wadah pelestarian tradisi, telah menjadi agenda event tahunan dan pariwisata unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).  Sudah saatnya dipromosikan lebih luas tidak hanya di kancah nasional tapi juga global.  Dengan kehadiran wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara, dapat memberi nilai tambah bagi promosi destinasi bahari di bumi Tanah Mandar.(NA)

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"