Mengatasi Luka Batin

Mengatasi Luka Batin

SriSundari – Luka batin merupakan rekaman jejak emosional yang sangat menyakitkan, akibat dari trauma, konflik atau sebuah pengalaman masa lalu yang pahit dan belum terselesaikan.  Mendapati pengalaman buruk yang dirasa sangat pahit dan belum biasa mengeluarkan perasaan yang disakiti, sehingga luka dalam batin ini bersemayam jauh dalam diri seseorang.

Ini merupakan kondisi secara psikologis yang tidak dapat dilihat secara fisik.  Namun hal ini malah berdampak pada kesehatan mental, perilaku serta tingkat emosi yang tidak stabil. Tanpa disadari menjadi penghambat untuk ‘move on’ dalam perjalanan berdamai dengan dirinya sendiri.

Luka batin kerap terjadi dari pengalaman masa kecil, seperti pola asuh yang salah, kurangnya kasih sayang dan lainnya.  Atau, saat dewasa memiliki traumatis yang sangat menyakitkan hati misalnya kehilangan orang yang disayangi, adanya pengkhianatan, perceraian dan lainnya.

Ciri-ciri orang yang memiliki ‘luka batin’ :

  1. Emosinya tidak stabil, seperti mudah tersinggung, mudah menangis, merasa sedih berkepanjangan yang tidak tahu alasannya, dan lainnya.
  2. Selalu negative thinking, seperti mudah putus asa, pesimis, cemas yang berlebihan akan hal yang belum pasti, dan lainnya.
  3. Perilaku pasif, seperti menutup diri atau mengisolasi diri, sulit percaya pada orang lain, kerap menghindari situasi tertentu, dan lainnya.

Luka batin harus segera diatasi dan diobati.  Jika dibiarkan berlarut-larut akan dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan mengganggu kesehatan mental secara keseluruhan.  Untuk itu, seseorang yang merasa mengalami luka batin akan membutuhkan self-healing, guna mengobati luka batinnya tersebut.

Self-healing adalah sebuah ungkapan atau istilah yang menggambarkan bagaimana cara seseorang mengatasi bahkan menyembuhkan luka batin yang selama ini berada dalam dirinya, yang bertujuan menerima diri dan membangun pikiran positif. Self-healing juga dapat dikatakan sebagai proses pemulihan diri dari beragam hal yang menyakitkan secara emosional, yang dapat meninggalkan luka batin.

Berikut ini adalah self-healing yang dapat diterapkan pada diri sendiri :

  1. Menerima dan memaafkan diri
  2. Lakukan meditasi mindfulness (meditasi / pernafasan)
  3. Lakukan me time / meluangkan waktu untuk diri sendiri
  4. Tingkatkan self-compassion, kemampuan untuk memahami dan menerima emosi diri sendiri
  5. Menulis, utarakan segala hal tentang apa yang tidak bisa dibicarakan secara langsung melalui media tulisan, dan ekspresikan apa yang dirasa melalui tulisan.
  6. Menggunakan bantuan professional, jika hal-hal diatas masih terasa sulit untuk mengatasi luka batin tersebut. Seorang psikolog dapat membantu untuk mengatasi masalah yang mungkin tidak bisa diselesaikan sendiri.

Dengan self-healing, seseorang dapat mulai belajar menerima dan memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan pikiran dan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri sehingga kehidupan pun menjadi lebih seimbang dan bermakna.

Meskipun setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda – beda untuk menyembuhkan luka batin, namun dengan keinginan dan kesabaran yang kuat, luka batin tersebut pasti dapat sembuh.(NA)

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"