Imam ku telah pulangBersama hilangnya semua kenanganMelempar aku pada labirin rasaMelayang menyentuh ruang tak bersekat Jalan beribu melambai untuk kupijakMenjadi jengah tanpa kawan bicaraWaktu menyimpan
Dalam setiap gelapku makna-Mu kucariMengukir senjaku dalam huruf-huruf abadiPenerang jalan tuntunan ilahi Berusaha tetap dalam ikhlasnya hatiMengunci berkah yang tak bertepiMenggantung harapku hanya pada-Mu ya
Bumi bertasbih di tengah terikSeberkas panas mendidih ditubuhnyaTergaduhkan semua makhluk MerontaMenghibaMerana Tak rela rumahnya bagaikan panciBerisi air mendidihPanas memerasTerperas Bumi bertasbih di tawaf pertamaTak henti