SriSundari – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, membuka Pelatihan Dasar untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2026. Sebanyak 2.519 CPNS mengikuti kegiatan yang merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam CPNS meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Hal ini bertujuan untuk mewujudkan birokrasi yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Hari ini kita menandai sebuah peralihan: dari warga negara menjadi pelayan negara, dari pencari kerja menjadi pemikul amanah publik. Anda dipanggil untuk mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Wagub Rano di Gedung Dinas Teknis, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut Wagub Rano menjelaskan, keberhasilan pembangunan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur yang memadai, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang kompeten.
“Jakarta sedang bergerak maju sebagai kota global yang dituntut cepat, tanggap, inklusif, dan berkeadilan. Namun, sebesar apa pun sebuah kota, ia akan rapuh bila manusianya kehilangan arah. Pembangunan sejati tidak dimulai dari beton dan baja semata, melainkan dari karakter manusia yang mengelolanya,” imbuhnya.
Wagub Rano juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi Jakarta yang modern serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
“Saya mengajak seluruh peserta Pelatihan Dasar CPNS untuk mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan penuh integritas dan rasa tanggung jawab. Dari sinilah kita membangun birokrasi Jakarta yang modern dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.
Ada lima nilai utama yang menjadi panduan ASN Jakarta yakni talenta, pendidikan, pengalaman, inovasi, dan integritas. Talenta adalah amanah Tuhan yang harus dipersembahkan untuk pelayanan. Pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan kejernihan berpikir.

“Pengalaman mengajarkan kerendahan hati, inovasi menuntut keberanian untuk berbenah, dan di atas semuanya ada integritas yang menjaga kepercayaan publik,” ujar Wagub Rano.
Birokrasi Jakarta, menurut Wagub Rano, saat ini dihuni oleh berbagai generasi dengan latar belakang yang beragam. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan melalui budaya kerja yang saling menghargai, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan.
Menutup sambutannya, Wagub Rano mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan sekadar profesi, melainkan jalan pengabdian.
“ASN bukan hanya pekerjaan, tetapi pilihan hidup untuk berdiri di sisi kepentingan publik, bahkan ketika situasi tidak selalu mudah. Dari pelatihan dasar inilah karakter itu dibentuk,” pungkasnya.
Pelatihan dasar ini diikuti CPNS formasi Tahun 2024 golongan II dan III yang terbagi ke dalam 63 angkatan. Latsar dilaksanakan dengan metode blended learning pada Januari hingga September 2026, dengan durasi pembelajaran 647 jam atau setara 74 hari kerja. Ini merupakan pembukaan pelatihan tahap pertama dari dua tahap pelaksanaan yang digelar secara hibrida, baik tatap muka maupun daring.(Rafa)








