Azhari Gerilya Bantu Korban Banjir di Aceh

Azhari Gerilya Bantu Korban Banjir di Aceh

SriSundari – Sudah hampir sepekan, Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage SIP berada di wilayah pesisir timur Aceh, daerah yang terdampak paling parah banjir dan longsor.  Disini, jaringan komunikasi dan listrik masih terbatas.

Sebelumnya, dengan menempuh perjalanan laut selama 22 jam dari Pelabuhan Lampulo, Kota Banda Aceh menuju Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Azhari datang dengan membawa bantuan. Adapun bantuan yang dibawa Azhari yaitu 250 sak beras 15 kg, 270 kotak mie instan, 50 kotak minyak goreng, 15 kotak ikan sarden.

Azhari menuturkan, bantuan tersebut bersumber dari dana pribadi dan sumbangan dari Ketua dan rekan-rekan DPD RI, termasuk dari Baitulmal Sorong senilai Rp 25 juta.

Selain bantuan tersebut, Azhari juga membawa 1.000 paket bantuan dari Kemensos RI yang per paketnya berupa beras 5 kg, minyak 1 kg, dan mie instan 5 bungkus.  Juga sebanyak 100 paket bantuan dari BNPB yang terdiri dari obat-obatan handuk dan perlengkapan bayi.

“Dari Senin hingga Jumat, kita bergerilya di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Dari satu posko ke posko lainnya untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Keadaan warga sungguh memprihatinkan,” ungkap mantan juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat ini, yang dibantu langsung bupati Aceh Utara saat menyalurkan bantuan.

Selesai di Aceh Utara, Azhari dan tim langsung bergerak ke Aceh Timur.  Didampingi oleh Bupati Aceh Timur, mereka kembali membagikan bantuan ke warga yang terdampak banjir dan longsor.

“Di Aceh Timur bersama bupati, kami bergerak ke Langsa. Saat ini saya di Langsa dan hendak berangkat ke Tamiang,” kata Azhari lagi.

Total bantuan yang disalurkan sejumlah 13 ton.  Namun, berikutnya ditambah 15 ton lagi.

“Ada dua kapal yang mengangkut bantuan ini,” kata Azhari.

Azhari juga menceritakan, betapa kaget dirinya ketika sampai di lokasi.  Karena kondisi saat ini benar-benar luar bisa seperti saat tsunami dahulu.

“Begitu lihat di lapangan, ternyata musibah banjir kali ini seperti Tsunami.  Banyak infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak, serta sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha perekonomian lainnya lumpuh total. Rumah-rumah masyarakat hancur, rusak parah bahkan hilang. Kejadian ini menjadi duka yang mendalam bagi warga Aceh,” urai Azhari.

Azhari pun menegaskan, bahwa musibah ini tidak akan mampu ditangani oleh pemerintah daerah sendiri.  Untuk itu ia mendesak kepada pemerintah pusat agar dapat menangani secara penuh membangun infrastruktur dan rumah rakyat yang hilang dan rusak, serta membantu usaha warga yang terganggu akibat musibah ini.

“Pemerintah pusat harus menangani pembangunan infrastruktur disini,” tandas Azhari.(Rafa)

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"