SriSundari – Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di sisi barat Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang dilakukan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kepulauan Seribu bersama jajaran Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Gerakan Satu Juta Pohon Sedunia, yang diperingati setiap 10 Januari, sekaligus sebagai upaya mitigasi abrasi serta pemulihan ekosistem pesisir.
Dilansir dari website resmi Pemprov DKI Jakarta, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) Suku Dinas LH Kepulauan Seribu, Lukman Dermanto mengatakan, penanaman mangrove dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasang surut air laut agar bibit dapat ditanam secara optimal.
Lukman juga menuturkan, mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, tetapi juga berperan penting sebagai penyerap karbon dan habitat biota laut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Kami menunggu air surut untuk memudahkan proses penanaman,” ungkap Lukman.
Pemilihan sisi barat Pulau Panggang sebagai lokasi penanaman, menurut Lukman, karena kawasan ini memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap gelombang laut. Untuk itu diharapkan, dengan adanya ‘sabuk hijau’ mangrove, dapat membuat kawasan tersebut menjadi lebih terlindungi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perairan.
“Kami berharap penanaman mangrove ini tidak berhenti pada kegiatan tanam saja, tetapi juga diikuti dengan perawatan secara berkelanjutan,” terang Lukman lagi.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Lurah Pulau Panggang, Jamaludin turut menambahkan, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan investasi jangka panjang dalam menjaga wilayah pulau dari ancaman abrasi dan kenaikan muka air laut.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata kita bersama dalam menjaga daratan Pulau Panggang. Kami ingin wilayah ini tetap terjaga sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Jamaludin optimistis.
Lurah Jamaludin juga menambahkan, kegiatan penanaman mangrove tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas jajaran Sudin LH, Satpol PP, petugas PPSU, pegawai kelurahan, pengurus RT dan RW, serta unsur masyarakat lainnya.
Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kepulauan Seribu.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir Kepulauan Seribu,” tandasnya meyakinkan.(Rafa)








