Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di KBRI Ottawa, Perkokoh Kemitraan Indonesia–Kanada

Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di KBRI Ottawa, Perkokoh Kemitraan Indonesia–Kanada

SriSundari – Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada, Anita Anand, turut hadir dalam perayaan Hari ASEAN ke-59 sebagai Tamu Kehormatan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Senin malam waktu setempat atau Selasa (11/8/2026). Kehadiran Anita Anand mencatatkan sejarah baru sebagai Menlu Kanada pertama yang menghadiri langsung perayaan ASEAN Day di Ottawa.

Hal ini juga menjadi babak baru, semakin mengokohkan hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Kanada, serta Kemitraan Strategis ASEAN–Kanada.

Hampir 200 tamu undangan turut hadir dalam perayaan yang diselenggarakan oleh ASEAN Committee in Ottawa (ACO) di bawah kepemimpinan Indonesia.  Undangan terdiri dari kalangan korps diplomatik, parlemen, pejabat pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi.

Kehadiran Menlu Anand di KBRI Ottawa ini, berlangsung setelah partisipasinya pada ASEAN Foreign Ministers’ Meeting Post-Ministerial Conference (AMM PMC) di Manila guna mengadopsi Rencana Aksi Kemitraan Strategis ASEAN-Kanada 2026–2030.

Dalam pidato pembukaannya, Duta Besar RI untuk Kanada merangkap Ketua ACO, Muhsin Syihab, menggarisbawahi peran krusial ASEAN sebagai jangkar stabilitas di tengah dinamika geopolitik global. Muhsin juga menegaskan, bahwa kekuatan utama ASEAN terletak pada kolaborasi dan rasa saling percaya:

“ASEAN mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah, namun ASEAN tetap menjadi kekuatan penyeimbang, mengelola perbedaan secara damai dan menjaga perdamaian tidak hanya melalui balance of power, tetapi melalui balance of trust,” ungkap Muhsin.

Menlu Kanada Hadiri Perayaan Hari ASEAN ke-59 di KBRI Ottawa, Perkokoh Kemitraan Indonesia–Kanada

Dalam kesempatan ini, Menlu Anita Anand menyampaikan apresiasi yang mendalam, atas kepemimpinan Indonesia di ACO dan menegaskan komitmen jangka panjang Kanada di kawasan. Anita turut menekankan komitmen Kanada, untuk merealisasikan target penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-Kanada (ASEAN-Canada Free Trade Agreement) pada tahun 2026.

“Kanada dan ASEAN mungkin dipisahkan oleh Samudra Pasifik, tetapi masa depan kita semakin terhubung. Kita memiliki kepentingan bersama dalam pasar terbuka, jalur laut yang aman, perdamaian, dan stabilitas,” ujar Anita meyakinkan.

Kemitraan strategis kedua pihak terus menunjukkan tren positif, ASEAN menjadi mitra dagang terbesar ke-5 bagi Kanada, dengan nilai perdagangan dua arah mencapai CAD 52,4 miliar (USD 37,38 miliar), serta investasi langsung (Foreign Direct Investment/FDI) Kanada ke ASEAN yang mencapai hampir CAD 7 miliar pada akhir 2024. Kemitraan ini makin diperkokoh oleh ikatan antarmasyarakat (people-to-people contact), di mana terdapat lebih dari 1,3 juta warga Kanada keturunan Asia Tenggara serta lonjakan jumlah mahasiswa ASEAN yang mencapai 70,5 ribu pelajar.

Momentum malam itu juga sekaligus menyongsong 50 tahun hubungan dialog ASEAN-Kanada pada tahun 2027, sehubungan dengan Indonesia akan mengemban amanah sebagai Negara Koordinator Hubungan ASEAN-Kanada periode 2027–2030. Acara ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari Indonesia, Filipina, dan Myanmar.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"