SriSundari – Visi Jakarta yang mendunia bukan hanya Jakarta yang dikenal oleh dunia, tetapi Jakarta yang mampu membawa identitas kebudayaan dan kontribusi yang membuatnya diperhitungkan di panggung dunia.
Demikian dengan tegas disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri Indonesia Knowledge Forum XV–2026 bertema The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026).
“Kepemimpinan dalam pembangunan kota tidak cukup hanya merespons kebutuhan saat ini. Pemimpin harus mampu membaca perubahan, mengenali potensi, dan menetapkan arah pembangunan yang berdampak bagi masa depan,” ungkap Wagub Rano lagi.
Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat identitas budaya, ekosistem ekonomi kreatif, dan kepemimpinan yang berorientasi pada tindakan nyata demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Pengembangan kota tidak hanya berfokus pada daya saing internasional, tetapi juga kemampuan menjaga warisan budaya dan melahirkan karya yang diperhitungkan dunia.
Sementara itu, berdasarkan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics, Jakarta menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota di dunia. Capaian ini menjadi modal sekaligus tantangan bagi Jakarta untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat perannya di tingkat global.
Menjelang usia 500 tahun pada 2027, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan kota dengan tetap menjaga karakter sejarah dan budayanya. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui revitalisasi kawasan Kota Tua dan Pasar Baru, serta pengembangan kawasan Blok M dan Setu Babakan untuk memperkuat karakter kawasan dan menghadirkan pengalaman kota yang beragam bagi masyarakat.
“Kita ingin budaya tidak hanya hadir dalam perayaan, tetapi tumbuh melalui ruang kesenian, karya para seniman, dan kreativitas generasi muda. Kita ingin warisan masa lalu tidak sekadar dikenang, tetapi menjadi kekuatan untuk masa depan,” tutur Wagub Rano.

Dalam kesempatan ini, Wagub Rano juga menegaskan, penguatan identitas budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem kesenian dan ekonomi kreatif. Jakarta memiliki modal melalui Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta, serta para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang terus menghasilkan karya.
Karena itu, pemerintah perlu memastikan pelaku kreatif memiliki ruang untuk berkarya, dukungan untuk berkembang, dan akses yang lebih luas agar karya mereka menjangkau masyarakat, termasuk pasar internasional.
Salah satu sektor yang berpotensi membawa identitas Jakarta ke panggung dunia adalah perfilman. Pemprov DKI Jakarta mendorong pengembangan Jakarta sebagai kota sinema melalui Jakarta Film Commission dan program Filming in Jakarta. Inisiatif ini diharapkan mempermudah fasilitasi produksi, memperkuat koordinasi, serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku industri perfilman.
Wagub Rano menilai, perubahan pola konsumsi konten turut membuka peluang baru bagi industri film. Menurutnya, potensi tersebut perlu direspons dengan strategi yang adaptif, baik melalui penguatan produksi film layar lebar maupun pengembangan format konten digital.
“Pada tahun 2025, penonton film di Indonesia berjumlah 122 juta penonton. Sementara kalau dihitung jumlah gedung di Indonesia tidak lebih dari 3.000 gedung. Di dunia sekarang terjadi anomali, konten OTT tidak berhenti, bahkan sekarang yang namanya drama vertikal itu menjadi tontonan yang menarik,” ungkapnya.
Untuk memperluas peluang tersebut, Pemprov DKI Jakarta mendorong pertukaran pengetahuan dan penguatan jejaring internasional. Dalam lawatan ke Korea Selatan belum lama ini, Wagub Rano mengunjungi Busan International Film Festival dan bertemu dengan Busan Film Commission, AFCC Network, serta mitra internasional lainnya.
Pertemuan itu menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik baik sekaligus memperluas hubungan dengan ekosistem perfilman Asia. Pengalaman dan jejaring tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan talenta lokal, pertukaran pengetahuan, dan akses pelaku industri perfilman Jakarta ke jaringan internasional.(NA)








