SriSundari – Ada kenikmatan tersendiri saat menyeruput secangkir kopi. Bukan sekadar tentang rasa pahit yang berpadu dengan aroma harum, namun ada segaris kenangan, kebiasaan, dan cerita yang melekat di setiap tegukan. Yah, kopi menjadi lebih dari sekadar minuman, kopi dapat menjelma menjadi bagian dari kehidupan yang menghadirkan kehangatan dan mempertemukan orang-orang dalam suasana akrab.
Salah satu nama yang menarik untuk disimak dalam dunia perkopian adalah Kopi Bah Sipit, kedai kopi legendaris yang sudah ada sejak tahun 1925. Kedai Kopi Bah Sipit yang terasa akrab dan bersahaja ini, mengundang rasa penasaran, seolah menyimpan kisah panjang tentang tradisi menikmati kopi yang terus hidup dari waktu ke waktu.

Nama asli kedai ini adalah Kopi Cap Kacamata Bah Sipit. Kedai kopi yang terletak di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Empang No. 27, Bogor Selatan ini merupakan kedai kopi legendaris yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda.
Kopi Bah Sipit memfokuskan pada kopi nusantara, kopi bubuk lokal khas Bogor, seperti robusta dan arabika yang diambil dari kawasan Megamendung. Biji kopi diolah secara tradisional, disangrai dengan tingkat kematangan dark roast sehingga menghasilkan rasa yang kuat dan dominan pahit.
Saat memasuki kedai, aroma kopi meruap di ruangan yang bernuansa vintage ini. Jajaran pintu kayu berwarna biru muda beserta jendela jadul besar terbuka, membuat isi kedai kopi ini terlihat dari pinggir Jalan Empang. Tampak etalase dari kayu cokelat berlapis kaca dengan jejeran bungkus kopi yang tersusun. Sementara di pojok ruangan dihiasi dengan lemari kayu berisi cangkir-cangkir vintage, lemari model lawas itu masih kokoh. Suasana kedai kopi yang beralaskan ubin abu-abu jadul khas jaman dulu ini sangat bersahaja, menciptakan aura ketenangan yang membuat orang singgah betah berlama-lama.
Menyeruput kopi bukanlah kegiatan yang harus dilakukan dengan terburu-buru. Ada seni dalam menikmati setiap tegukan, mulai dari mencium aroma yang menguar, merasakan hangatnya cangkir di telapak tangan, hingga membiarkan cita rasa kopi perlahan memenuhi indra pengecap.

Di Kedai Kopi Bah Sipit dapat menjadi titik berangkat untuk merayakan kebiasaan sederhana tersebut. Di tengah maraknya kedai kopi modern dengan beragam racikan dan penyajian kekinian, kopi yang memiliki identitas dan cerita tersendiri selalu punya daya tarik. Pengalaman menikmati kopi tidak hanya bertumpu pada apa yang tersaji di dalam cangkir, tetapi juga pada suasana dan pengalaman yang menyertainya.
Secangkir kopi bisa menjadi teman berbincang, pengiring waktu santai, atau alasan sederhana untuk berhenti sejenak dari kesibukan sehari-hari.
Sejarah Kopi Bah Sipit
Diawali tahun 1925, seorang pria keturunan Tionghoa bernama Yoe Hong Keng yang menetap di kawasan permukiman keturunan Arab di Kota Bogor, mulai mengolah kopi bubuk yang diberi nama Kopi Bubuk Bah Sipit Cap Kacamata.
Nama ‘Bah Sipit’ ini merupakan julukan yang diberikan oleh masyarakat sekitar untuk dirinya. Dipanggil Bah Sipit karena matanya yang sipit. Namun julukan itu bukan menghina tapi merupakan bentuk keakraban masyarakat sekitar yang sangat mengusung harmonisasi dalam perbedaan etnis.

Kehadiran Bah Sipit menjual kopi mendapat respon positif dari banyak orang. Awalnya memang kedai ini hanya menyediakan bubuk kopi Robusta. Namun saat ini, karena permintaan pasar dan menjaga agar usaha ini tetap berjalan lancar, generasi penerus saat ini juga menyediakan bubuk kopi Arabika.
Meski demikian, kwalitasnya tetap mempertahankan nilai yang sama seperti generasi pertama, yaitu menjual kopi 100 persen tulen tanpa campuran apapun. Jika biasanya ada kopi bubuk yang memiliki kadar campuran jagung, di Kopi Bah Sipit semuanya murni dari biji kopi yang di-supply oleh petani lokal sehingga rasanya otentik dan khas.
Meskipun saat ini Kedai Kopi Bah Sipit telah bertransformasi menjadi kedai kopi modern, namun sentuhan tradisionalnya tetap dipertahankan. Terlihat dari bagian luar bangunan yang tetap mempertahankan kesan klasik, sementara interiornya dibuat lebih kekinian untuk menarik generasi muda.

Kehadiran kopi kerap menjadi teman yang menyatukan suasana. Secangkir kopi memberi kesempatan bagi orang-orang untuk saling mendengar, bertukar cerita, dan menikmati kebersamaan tanpa perlu banyak alasan. Nilai inilah yang membuat pengalaman menikmati kopi terasa istimewa. Ada kehangatan yang tidak selalu bisa diukur dari harga atau kemewahan tempat. Terkadang, kenikmatan justru hadir dari kesederhanaan, kopi yang disajikan, suasana yang nyaman, dan percakapan yang mengalir apa adanya.
Kopi Bah Sipit dapat menjadi bagian dari kisah besar budaya tersebut, terutama ketika pengalaman dan cerita di baliknya dibagikan dari satu penikmat ke penikmat lainnya. Dan pada akhirnya, menyeruput kopi bukan hanya perkara menghabiskan minuman. Ada pengalaman yang bisa dinikmati, ada percakapan yang bisa dimulai, dan ada tradisi yang bisa terus dirawat.(NA)








