SriSundari – Fobia adalah ungkapan/reaksi ketakutan yang berlebihan terhadap situasi atau objek tertentu. Sikap ini seringkali menyebabkan depresi, kecemasan, dan kepanikan yang parah. Sehingga, seseorang yang mengidap fobia, lebih memilih menghindari objek atau situasi yang mereka takuti tersebut.
Kondisi inilah yang membedakan takut berlebihan dengan ketakutan biasa. Padahal, seringkali si penderita fobia menyadari, bahwa ketakutannya itu sangat irasional, namun rasa ketakutan yang berlebihan tersebut tetap muncul dan sangat mengganggu.
Beberapa hal menjadi pemicu timbulnya fobia, seperti trauma dengan pengalaman yang sangat menyakitkan dan membekas di hati (pengalaman traumatis), faktor genetik, kondisi lingkungan terdekat serta terganggunya fungsi otak (gangguan fungsi otak tersebut disebabkan oleh suatu kecelakaan seperti benturan pada kepala, sehingga menjadi pemicu trauma pada otak).
Ciri-ciri orang yang mengalami fobia :
- Ketika menghadapi sesuatu hal (sumber ketakutan) langsung merasa cemas yang berlebihan dan tidak terkontrol.
- Panik dan tidak bisa bersikap normal saat berhadapan pada sumber ketakutan.
- Keluar keringat berlebihan, jantung berdebar tak karuan, nafas mulai tak beraturan serta badan gemetar.
- Bingung, takut serta berusaha semaksimal mungkin untuk mencari jalan keluar dan menghindar dari sumber pemicu fobia tersebut.
Para penderita penyakit fobia, biasanya ditangani dengan mengkombinasi langkah-langkah psikoterapi dan mengkonsumsi obat-obatan berdasarkan rujukan dokter.
Salah satu terapi yang dilakukan untuk mengobati fobia ini, yaitu menjalankan metode perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT). Cara terapi ini justru membawa si penderita fobia untuk berhadapan langsung dengan sumber ketakutannya, namun semua kondisi yang dijalankan sudah diatur sebelumnya dan si penderita fobia tersebut juga dalam pengawasan ketat.
Jika fobia mulai dirasa dan sangat menggangu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke profesional (psikolog atau psikiater) agar serangan panik tersebut dapat segera diatasi!(NA/ Sumber : Dr. Sri Sundari MFSW Pengembangan Diri)








