Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah, Pastikan Normalisasi Tuntas 2027

Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah, Pastikan Normalisasi Tuntas 2027

SriSundari – Kali Cakung Lama Rawa Indah dilakukan pengerukan, Selasa (27/1/2026).  Pengerukan dilakukan untuk meminimalkan pengendapan sedimentasi yang menurunkan kapasitas tampung air sungai.

Kegiatan pengerukan yang dipusatkan di Jalan Lestari VII, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini, merupakan bagian dari upaya normalisasi sungai dan pengendalian banjir di Jakarta dan dihadiri langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

“Hari ini saya meninjau langsung pengerukan yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) di Kali Cakung Lama Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara. Kami akan melanjutkan normalisasi Kali Cakung Lama ini dan mudah-mudahan dapat selesai hingga akhir tahun 2027,” kata Gubernur Pramono.

Kali Cakung Lama Rawa Indah memiliki panjang sekitar 8,5 kilometer yang terbagi ke dalam 17 segmen. Pekerjaan normalisasi dilakukan secara bertahap sejak Oktober 2024 dan ditargetkan rampung pada November 2027, dengan total target volume sedimentasi yang dikeruk sekitar 45.000 meter kubik. Hingga saat ini, progres pengerukan telah mencapai sekitar 13.000 meter kubik.

Pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah menggunakan lima unit alat berat dan lima unit dump truck berkapasitas masing-masing lima meter kubik. Pekerjaan dilakukan secara rutin guna memastikan kelancaran aliran air, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi.

Menurut Gubernur Pramono, normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta karena berdampak signifikan terhadap pengendalian banjir di sejumlah wilayah, seperti Kelapa Gading, Koja, Cilincing, Sukapura, hingga Semper Barat.

“Saya memutuskan pengerjaan ini tidak boleh dilakukan sepotong-sepotong. Harus diselesaikan hingga tuntas, karena jika selesai, dampaknya akan sangat besar bagi wilayah yang selama ini terdampak banjir,” ujarnya.

Gubernur Pramono Tinjau Pengerukan Kali Cakung Lama Rawa Indah, Pastikan Normalisasi Tuntas 2027

Dalam kesempatan ini, Gubernur Pramono juga menyoroti adanya bottleneck atau penyempitan aliran sungai di bagian hilir, termasuk di Sungai Begog, yang akan ditangani melalui pelebaran saluran hingga sekitar 15 meter. Upaya tersebut akan disertai dengan pembangunan jalan inspeksi serta pembebasan lahan apabila diperlukan.

Menurut Gubernur Pramono, muara sungai sebaiknya dibuat dibuat lebih lebar, agar aliran air tidak terhambat.

“Jika harus ada pembebasan lahan, tentu akan dilakukan sesuai ketentuan,” terangnya lagi.

Gubernur Pramono menegaskan, normalisasi sungai merupakan salah satu solusi jangka menengah yang terus dilakukan, seiring dengan langkah penanganan jangka pendek, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta program jangka panjang lainnya.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta juga siap memperpanjang OMC hingga 1 Februari 2026 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem sesuai prediksi BMKG. Bersama DPRD DKI Jakarta, Pemprov telah mengalokasikan anggaran OMC untuk satu bulan penuh.

“Saya sudah memperpanjang OMC sampai dengan 27 Januari per hari ini. Jadi, jika masih diperlukan, kami akan kembali melakukan OMC. Yang terpenting adalah jangan sampai dampak curah hujan tinggi kembali mengakibatkan banjir seperti yang kita rasakan beberapa hari lalu,” ujar Gubernur Pramono.

Gubernur Pramono juga memastikan, bahwa penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang harus berjalan beriringan, termasuk normalisasi sungai secara menyeluruh serta penyelesaian Giant Sea Wall, NCICD, dan program lainnya di Jakarta.(Rafa)

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"