SriSundari – Dengan mengusung judul ‘Anak Jakarta Pusat Harapan Kota’, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat meraih Terbaik I kategori Inovasi Karya Kehumasan dalam ajang Anugerah Humas Jakarta (AHJ) 2025.
AHJ merupakan sebuah ajang yang mengapresiasi dedikasi, kreativitas, dan kerja keras bidang kehumasan di tingkat Perangkat Daerah, Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta anak usaha yang memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Dan AHJ 2025 kali ini, mengangkat tema ‘Humas Jakarta Bijak Digital, Berorientasi Global’.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) ini berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Kamis (11/12/2025).
Pada AHJ 2025, sesi penjurian dimulai sejak bulan November dengan 195 karya kehumasan berasal dari 94 instansi internal. Pemkot Administrasi Jakarta Pusat meraih Terbaik I Kategori Inovasi Karya Kehumasan. Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin turut hadir dan menerima langsung piala AHJ 2025.
Dalam kesempatan ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, AHJ harus menjadi tolok ukur bagi kehumasan di DKI Jakarta, terutama dalam menyampaikan program dan layanan Pemprov DKI Jakarta kepada publik. Ajang ini juga menjadi wahana evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah di era yang semakin cepat dan digital.

“Ini menjadi sebuah langkah penguatan semangat kompetisi positif di antara rekan-rekan kehumasan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, serta mendorong peningkatan kualitas dan kreativitas kerja humas untuk mendukung diseminasi program unggulan daerah,” ujarnya.
Setiap hari, menurut Gubernur Pramono, siklus kehumasan itu dapat menjadi berbagai hal yang merupakan bagian dari birokrasi dalam pemerintahan.
“Jika tidak kita komunikasikan dengan baik, pasti masyarakat tidak tahu, tetapi kalau kita berlebihan menghumaskan itu bisa jadi malah kelihatan sekali ‘lebay’, jadi saya orang yang menginginkan pada proporsinya,” kata Pramono lagi.
Humas merupakan jembatan komunikasi publik yang relevan, adabtif, dan berdampak dengan transformasi digital serta tantangan globalisasi yang terus berkembang. Dalam kehumasan itu harus tahu mana yang harus dipotret, mana yang mesti disampaikan, mana yang tidak perlu disampaikan, dan sebagainya.(Rafa)








