Mengenal Sosok Terpilih Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan DPD RI Awards 2026

Mengenal Sosok Terpilih Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan DPD RI Awards 2026

SriSundari – Usai menggelar rapat perdana membahas kandidat penerima penghargaan DPD RI Awards 2026, akhirnya Dewan Pakar menetapkan tiga kandidat terbaik dari masing-masing kategori yang akan mengikuti tahap seleksi berikutnya.

Rapat yang digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026) lalu ini, berlangsung selama kurang lebih lima jam. Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

Untuk kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan, terpilih 3 orang yang telah memberikan banyak manfaat bagi daerah tempat mereka tinggal. Mereka adalah Asep Hidayat Mustopa dari Jawa Barat, Anang Ismail dari Jawa Tengah dan Rivan Rinaldi dari Aceh.

Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)

Asep Hidayat Mustopa merupakan penggagas Desa Wisata Hanjeli di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.  Seorang inisiator pemberdayaan masyarakat melalui Komoditas Hanjeli.  Asep aktif melestarikan tanaman lokal hanjeli yang bijinya dapat diolah menjadi beras hanjeli, tepung, bubur, dan berbagai makanan olahan lainnya.

Desa Wisata Hanjeli berdiri sejak tahun 2015. Di desa wisata ini, para tamu bisa mempelajari sejarah hanjeli yang hampir punah-sambil mencicipi beragam olahan tradisional seperti bubur hanjeli, nasi liwet hanjeli, peuyeum hanjeli, hingga rengginang hanjeli.

Inovasi ini telah melibatkan lebih dari 150 warga desa. Asep juga memberdayakan para perempuan untuk terlibat aktif dalam pembangunan Desa Wisata Hanjeli. Desa wisata ini mampu menghasilkan lebih dari 20 ton panen yang diolah menjadi berbagai produk pangan dan turunan. Secara ekonomi, kegiatan ini mampu menciptakan perputaran omzet hingga ratusan juta rupiah per tahun.

Anang Ismail (Jawa Tengah)

Anang Ismail merupakan Ketua Perkumpulan Peternak Kambing Perah Rojo Koyo Utomo. Melalui pengembangan peternakan kambing perah berbasis potensi lokalnya, Anang berperan sebagai penggerak utama kemandirian pangan dan ekonomi masyarakat.

Sejak tahun 2025, Anang telah memiliki badan hukum dari Kementerian Hukum RI dan membangun system usaha bersama melalui gotong royong. Kelompok ternaknya ini menjadi wadah pembinaan, peningkatan keterampilan, dan pengembangan usaha.  

Anang terus meningkatkan kapasitas peternak melalui berbagai kegiatan.  Mulai dari pelatihan, pendampingan, bimbingan teknis, serta penerapan Good Farming Practices, membangun system usaha bersama melalui gotong royong serta memanfaatkan potensi pakan hijauan di lereng Gunung Merapi.

Selain itu, Anang juga mendorong penggunaan bibit dan indukan unggul untuk meningkatkan kualitas ternak serta produktivitas susu. Untuk meningkatkan nilai jual, Anang bersama kelompok ternak mengembangkan unit pengolahan susu kambing, termasuk produk susu kambing pasteurisasi berkualitas.

Saat ini, Anang telah berhasil menghimpun lebih dari 7.000an ekor kambing perah yang berasal dari 65 desa yang tersebar di Magelang, Temanggung, dan Wonosobo. Hasil produksi susu telah mencapai 1.300 liter per-hari.

Rivan Rinaldi (Aceh)

Rivan Rinaldi membangun Rumoh Pangan Aceh yang mendorong alternatif pangan lokal. Di tempat ini, Rivan mengembangkan kacang koro pedang. Inovasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia pada kedelai impor.  Keuntungan dan kelebihan kacang koro pedang adalah, kacang ini memiliki kandungan gizi yang baik serta harga yang lebih kompetitif.  Selain itu, produktivitas kacang koro pedang juga berpotensi lebih tinggi dibandingkan kedelai.

Hal inilah yang menjadi alasan kuat Rivan menginisiasi program mengembangkan kacang koro pedang.

Awalnya, Rumoh Pangan Aceh mengelola 8 hektare lahan dengan 15 petani. Progresnya yang baik serta animo masyarakat yang begitu antusias, saat ini program tersebut berkembang menjadi 28 hektare dengan melibatkan sekitar 150 petani yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Aceh. Kapasitas produksi pun meningkat dari 10 kg menjadi 200 kg per hari.

Saat ini pun hasil produksi semakin meningkat dan telah mencapai lebih dari 25.000 produk serta dapat menjangkau lebih dari 20.000 konsumen di Banda Aceh dan Aceh Besar. Pemasaran dilakukan melalui empat pasar modern, 21 kanal pasar tradisional, dua SPPG, dan dua sekolah. Program ini turut membuka 20 lapangan kerja, termasuk bagi 14 perempuan desa di Aceh.

Sejarah DPD RI Awards

DPD RI Awards merupakan penghargaan resmi dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang diberikan untuk mengapresiasi tokoh masyarakat, individu inspiratif, serta instansi atau lembaga yang memberikan kontribusi nyata, inovasi, dan dampak positif bagi kemajuan daerah serta bangsa.

Mengenal Sosok Terpilih Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan DPD RI Awards 2026

Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2025 ini, digagas oleh Ketua DPD RI, Dr. (HC) Sultan B. Najamudin, sebagai bentuk apresiasi terhadap individu yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

DPD RI Awards hadir untuk memberikan ruang penghargaan kepada mereka yang menghadirkan inovasi, kontribusi, dedikasi, dan dampak positif bagi masyarakat serta pembangunan bangsa.  Juga merupakan bentuk pengakuan, apresiasi, atau penghargaan resmi yang diberikan kepada individu, kelompok, atau organisasi atas prestasi, kontribusi, atau keunggulan melalui proses seleksi dan penjurian atas pencapaian yang luar biasa.

DPD RI Awards 2026 memberikan penghargaan untuk empat kategori, yakni Kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Kategori Pelestari Budaya Daerah, dan Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.

Namun demikian, berprinsip karena setiap kontribusi memiliki arti, setiap karya layak diapresiasi dan setiap orang yang berdampak layak untuk dikenali, maka dalam penganugerahan Awards ini tidak ada juara 2 dan 3 karena tujuan utamanya adalah merayakan pencapaian tertinggi atau yang terbaik, bukan mengukur peringkat kompetisi secara berjenjang.
Berikut adalah daftar 3 besar kandidat DPD RI Awards 2026 untuk empat kategori:
1. Kategori Pelestari Budaya Daerah

  • Anitawati (Maluku Utara)
  • Endang Dzunuraini (Jawa Timur)
  • Muhammad Ridwan Alimuddin (Sulawesi Barat)

2. Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan

  • Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)
  • Anang Ismail (Jawa Tengah)
  • Rivan Rinaldi (Aceh)

3. Kategori Inovator Teknologi Kesehatan

  • Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)
  • Megi Riomandala (Bengkulu)
  • Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)

4. Kategori Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah

  • Alvian Wardhana (Kalimantan Selatan)
  • Egi Trialogi (Jawa Barat)
  • Taryaningsih (Jawa Timur(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"