SriSundari – “Jika kamu bersyukur, niscaya akan Aku tambah nikmat kepadamu.” (Alquran Surat Ibrahim ayat 7)
Ingin bahagia? Kunci yang paling mendasar yaitu, biasakan dalam mengawali kehidupan ini dengan bersyukur. Bersyukur itu tidak harus melakukan ritual yang sulit. Lakukanlah dari hal yang terkecil, seperti ungkapan rasa syukur ketika baru bangun tidur. Sadarilah, saat bangun tidur, ruh manusia dikembalikan lagi dalam tubuhnya sehingga dia bisa bernafas normal dan mengirup udara dengan bebas.
Untuk itu, ketika baru bangun tidur, jangan lakukan hal lainnya dulu, tapi lakukanlah ungkapan rasa syukur atas anugrah Ilahi dalam mengembalikan kehidupan kita.
Energi kebahagiaan itu hadir melalui rasa syukur yang kerap dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan menyadari dan mengungkapkan rasa syukur, bukan sekedar ucapan semata namun syukur itu dapat dirasakan dari hati yang terdalam, sehingga ungkapan syukur yang diucapkan sarat dengan makna yang sangat besar.
Usai bersyukur, energi bahagia juga akan diperoleh dengan menghirup udara segar. Berdasarkan sebuah penelitian, dengan bersenang-senang di alam terbuka bisa menjaga kesehatan. Bahkan, dengan menghabiskan waktu di lingkungan alam yang tenang dapat membantu menurunkan tingkat stres, mengembalikan bahkan meningkatkan daya ingat kerja, serta membuat diri merasa lebih muda. Cobalah sesaat menyisihkan waktu untuk menghirup udara segar sehingga menghadirkan kembali rasa nyaman dan bahagia di dalam diri.
Energi bahagia juga dapat diperoleh dengan membuat orang lain tersenyum. Setiap kita ciptakan kebahagiaan untuk orang lain, meskipun hal kecil, akan berdampak pada diri kita sendiri. Yah, dengan melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain, otomatis akan mengalirkan juga energi positif baru bagi diri kita. Kita pun akan merasakan kepuasan batin tersendiri dari hal-hal kecil yang kita ciptakan untuk membuat orang lain tersenyum atau bahagia.
Musuh energi kebahagiaan, yang membuat bahagia itu bocor :
- Takut yang berlebihan
- Fokus pada kekurangan diri
- Pikiran negatif dan ucapan keluhan/mengeluh
- Selalu menyimpan luka batin
Untuk itu, hadapi segala permasalahan yang ada, jangan dibawa pada rasa takut yang berlebihan, juga jangan selalu merasa punya banyak kekurangan padahal ada banyak kelebihan lainnya yang dapat membantu mengatasi masalah yang tengah terjadi. Selalu menyimpanb pikiran yang negative, banyak berkeluh kesah juga akan menghambat energi bahagia yang tadinya siap mampir dalam diri. Serta adanya luka batin yang masih terjaga rapi dihati, menjadi ganjelan untuk merasakan energi kabahagiaan.
Ingat, orang yang berani menghadapi ketidaknyamanan akan menemukan makna dan kekuatan baru. Sesungguhnya, makna kebahagiaan itu adalah keikhlasan. Ikhlas menerima apa yang sudah digariskan Tuhan, sehingga dalam menghadapinya, meskipun yang terjadi adalah kesedihan, diri tidak terlena untuk merasa bersalah atau mencari-cari kesalahan orang lain atas apa yang tengah terjadi. Ikhlas merupakan tidakan yang tanpa perlu memaksakan kehendak siapapun.
Kebahagian sejati adalah bukan hadiah setelah berbuat baik, melainkan terjadi bersamaan dengan perbuatan baik itu sendiri. Berbuat baik kalau berharap dapat balasan, itu namanya transaksi dan rasanya pun tidak maksimal. Sementara, bahagia itu akan benar-benar dirasakan ketika melakukan atau berbuat seuatu karena kesadaran.
Sumber kebahagiaan juga didapat dari pikiran. Sesungguhnya, apa yang terjadi pada diri sendiri terbentuk dari apa yang dipikirkan. Karena pikiran dapat menjadi sebuah afirmasi, energi dalam kehidupan. Saat tengah memikirkan hal-hal baik, menyerahkan segala sesuatu pada Sang Pencipta dan bergantung hanya pada-Nya, pasti ada jalan untuk memerangi hal-hal negatif di sekitar kita.
Hal ini terjadi karena pikiran kita percaya ada yang menolong dan membimbing untuk keluar dari kemelut kehidupan.(NA/Sumber Tayangan Youtube Dr. Sri Sundari MFSW Pengembangan Diri)








