Pemprov DKI-KPK Kolaborasi Safari Integritas, Tanamkan Budaya Jujur Sejak Dini

Pemprov DKI-KPK Kolaborasi Safari Integritas, Tanamkan Budaya Jujur Sejak Dini

SriSundari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan mengusung tema ‘Jujur Itu Petualangan, Integritas Itu Kebiasaan’ menggelar Safari Integritas.

Acara yang diikuti oleh jajaran Inspektorat Provinsi DKI Jakarta, Dharma Wanita, pengelola Taman Margasatwa Ragunan, serta sejumlah pelajar dari berbagai sekolah di Jakarta dilaksanakan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).

Dipilihnya lokasi Taman Margasatwa Ragunan, menurut Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Dhany Sukma, karena telah memperoleh predikat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sekaligus Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Unit Pengelola Ragunan adalah salah satu unit yang mendapatkan predikat Zona Integritas dua sekaligus. Bukan hanya WBK, tetapi juga WBBM. Itu yang pertama diraih oleh Taman Margasatwa Ragunan,” ujar Dhany.

Lebih lanjut Dhani juga menambahkan, predikat tersebut diperoleh melalui penilaian terhadap berbagai aspek tata kelola dan pelayanan, termasuk upaya mencegah pungutan liar serta memastikan tidak adanya catatan negatif dari aparat penegak hukum maupun Ombudsman.

Safari Integritas bertujuan menjadi nilai antikorupsi dan diperkenalkan kepada generasi muda melalui aktivitas edukatif dan interaktif, agar kejujuran tumbuh menjadi kebiasaan sejak dini.

Pemprov DKI-KPK Kolaborasi Safari Integritas, Tanamkan Budaya Jujur Sejak Dini

Kegiatan ini dikemas melalui permainan dan penugasan di sejumlah pos di kawasan Ragunan. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengenalkan nilai integritas secara lebih dekat dan mudah dipahami peserta.

“Ini merupakan sebuah upaya menumbuhkan sekaligus juga menjadi tameng bagi kita semua untuk melakukan pencegahan terhadap fraud,” kata Dhany.

Dhany juga menekankan, pencegahan korupsi perlu dimulai dari pembentukan karakter. Karena itu, peserta diperkenalkan dengan sembilan nilai integritas KPK melalui jembatan keledai ‘Jumat Bersepeda Kaka’, yakni jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, kerja keras, dan adil.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kunto Ariawan, turut menjelaskan bahwa pemberantasan korupsi dilakukan melalui tiga pendekatan, yaitu pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Pencegahan, menurut Kunto, dilakukan dengan memperbaiki sistem dan pelayanan publik agar ruang terjadinya praktik korupsi semakin sempit. Kolaborasi antikorupsi Pemprov DKI dan KPK juga telah dijalankan melalui kegiatan edukasi publik sebelumnya.

“Untuk melakukan upaya kesempatan, untuk menghilangkan kesempatan terjadinya korupsi, yang dilakukan oleh Pemerintah DKI yaitu dengan memperbaiki pelayanan publik, menghilangkan kesempatan, memperbaiki sistem,” ujar Kunto.

Pemprov DKI-KPK Kolaborasi Safari Integritas, Tanamkan Budaya Jujur Sejak Dini

Namun, Kunto juga mengingatkan, bahwa sistem yang baik tetap membutuhkan orang-orang yang berintegritas. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menyentuh kebiasaan sehari-hari, mulai dari tidak menyontek, tidak menitipkan absen, hingga tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya.

“Tidak ada ujug-ujug seseorang mengambil uang rakyat atau mencuri uang kalau tidak dimulai dari kebiasaan yang kecil-kecil, misalnya tidak jujur, suka bohong, dan sebagainya. Semoga kebiasaan-kebiasaan baik yang diajarkan pada kegiatan pagi hari ini akan terus membekas, sehingga nanti ketika menduduki jabatan-jabatan strategis, ketika menduduki posisi-posisi penting, tidak melupakan nilai-nilai yang sudah ditanamkan sejak muda,” paparnya.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, juga mengingatkan, bahwa integritas juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari di ruang publik. Ia mencontohkan parkir liar di trotoar, pencurian fasilitas umum, hingga kecurangan dalam pertandingan olahraga anak sebagai perilaku yang perlu dicegah melalui kesadaran bersama.

Menurut Chico, pengawasan terhadap tata kehidupan kota tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Kesadaran warga untuk menjaga aturan dan fasilitas publik menjadi bagian penting dalam membangun budaya integritas.

“Korupsi itu kuncinya adalah curang. Sebuah kecurangan yang Adik-adik sekalian juga dari sejak dini harus mulai sadar bahwa curang itu tidak baik,” tandasnya.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"