Melepas Dendam dan Luka Batin

Melepas Dendam dan Luka Batin

SriSundari – Setiap manusia pasti memiliki masalah sendiri.  Ada yang mampu menanganinya langsung dan menyelesaikannya dengan baik, namun tak jarang juga yang mendapat kesulitan saat ingin menyelesaikan masalah tersebut.

Masalah yang dihadapi dan belum tuntas penyelesaiannya, meninggalkan rasa kurang nyaman bahkan menjadi dendam pada seseorang yang terlibat dalam masalah tersebut. 

Ingin memaafkan?  Tidak semua orang dapat dengan mudah memberi maaf.  Namun untuk melampiaskan amarah terkadang juga sulit diungkapkan.  Hasilnya, rasa kurang nyaman, kesal, emosi jadi tersimpan rapi bahkan tanpa disadari jadi dendam yang akan terkubur di dalam hati.  Akibatnya, emosi diri sendiri pun jadi labil bahkan seringkali menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa mengambil sikap dan bertindak tegas saat masalah tersebut tengah terjadi.

Seseorang yang memiliki cerita masa lalunya negative, seperti punya dendam, punya benci, punya rasa kesel, punya emosi tinggi, disebut luka masa lalu. Tanpa disadari, luka masa lalu akan membuat diri sendiri dan kebahagiaan menjadi berjarak.  Bahkan, hal ini juga akan menjadi sumbatan rezeki.

Memberi ruang untuk memaafkan dengan apa yang sudah terjadi, memang jadi solusinya. Memaafkan bukan berarti diri kita jadi mengalah, memaafkan bukan berarti kita menyerah, namun dengan sadar memaafkan apa yang sudah terjadi, menjadi salah satu cara kerja pelepasan rasa benci, rasa kesal, emosi tinggi bahkan rasa dendam pada diri sendiri dan orang lain.

Memaafkan lebih dekat dengan keputusan untuk tidak lagi membiarkan kesalahan masa lalu mengendalikan kehidupan kita.  Memaafkan juga tidak selalu berarti kembali menjalin hubungan dengan orang yang pernah menyakiti. Dalam beberapa keadaan, menjaga jarak justru merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Kita bisa memaafkan seseorang sekaligus menetapkan batas yang sehat.

Dengan memaafkan, akan membantu pikiran dan hati untuk menerima dan berfikir lebih jernih serta siap menjalankan kehidupan dengan perasaan plong, lebih positif serta percaya diri.  Memaafkan bukan berarti menghilangkan konsekwensi yang dihadapi orang lain karena tindakannya terhadap diri kita di masa lampau, namun, diri kita berani membuka pintu maaf karena sudah harus fokus akan kesehatan mental diri sendiri.

Yah, memaafkan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Beragam perasaan akan bermain ketika diri kita siap membuka pintu maaf untuk luka masa lalu.  Tak heran jika memaafkan terkadang membutuhkan waktu dan upaya yang cukup besar.  Namun dengan berani memaafkan, akan mulai mengurai tumpukan luka lama yang selama ini telah menjadi luka batin.

Bagaimana proses memaafkan diri sendiri dapat dilakukan?

Memaafkan diri sendiri terhadap luka masa lalu, merupakan salah satu cara melepas dendam dan luka batin.  Untuk itu, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu proses tersebut. Pertama, berikan ruang untuk merasakan emosi tanpa menghakimi diri sendiri. Kedua, pisahkan antara apa yang terjadi di masa lalu dengan kehidupan yang sedang dijalani saat ini. Ketiga, tentukan batas yang diperlukan agar luka tidak terus berulang. Dan yang tidak kalah penting, arahkan perhatian pada hal-hal yang masih dapat kita kendalikan.

Dengan mulai memaafkan diri sendiri, menjadi pintu gerbang untuk bisa memaafkan orang lain juga.  Memang, setelah proses memaafkan diri sendiri dilakukan, mungkin masih ada beberapa luka yang masih meninggalkan bekas. Kenangan tentang sebuah peristiwa mungkin tidak akan benar-benar hilang. Karena, peristiwa yang sudah terjadi tak bisa dirubah lagi, juga tidak bisa mengubah perilaku orang lain.  Namun, diri sendiri masih memiliki pilihan tentang bagaimana menjalani kehidupan setelah peristiwa tersebut.

Maka, jika masih ada luka yang terasa berat, tidak perlu memaksa diri untuk segera melupakan. Berikan waktu. Akui perasaan. Jaga batas diri. Belajar memaafkan ketika sudah siap. Sebab, melepaskan dendam bukan berarti mengatakan bahwa luka itu tidak pernah ada. Melepaskan dendam adalah keputusan untuk tidak membiarkan luka masa lalu menentukan seluruh kehidupan kita berikutnya!(@rumahsehathipnoterapis/NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"