SriSundari – Afirmasi adalah pernyataan positif yang diucapkan secara sadar dan berulang-ulang, baik di dalam hati maupun diucapkan secara lantang, untuk membantu membangun pola pikir yang lebih sehat dan mendukung diri sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memprogram ulang pikiran bawah sadar, mengubah pola pikir negatif, serta mengarahkan fokus mental ke arah pencapaian, rasa percaya diri, dan kesejahteraan emosional.
Afirmasi dapat menjadi pengingat bahwa seseorang memiliki kemampuan untuk belajar, berkembang, dan menghadapi kesulitan.
Berikut ini adalah fungsi afirmasi dalam kehidupan :
1. Membantu Membangun Kepercayaan Diri
Afirmasi dapat digunakan untuk mengingatkan seseorang terhadap kemampuan dan nilai dirinya. Tanamkan secara berulang-ulang pernyataan “Saya berani mencoba”, “Saya belajar pasti pintar”, “Saya dapat mengerjakannya”, dan kalimat postif lainnya, sehingga dapat membantu menggeser perhatian dari rasa takut terhadap kegagalan menuju keberanian untuk bertindak.
2. Membantu Mengubah Pola Bicara kepada Diri Sendiri
Self-talk yaitu percakapan internal yang berlangsung dalam pikiran. Setiap orang kerap melakukan self talk. Percakapan tersebut bisa bersifat mendukung, tetapi juga bisa sangat kritis. Melalui kegiatan Afirmasi dapat menjadi salah satu cara untuk melatih self-talk agar lebih penuh kasih terhadap diri sendiri.
Misalnya, daripada mengatakan: “Saya tidak bisa”, ganti dengan kalimat lainnya menjadi: “Hal ini bisa saya kerjakan dan saya akan terus berusaha keras untuk dapat menyelesaikannya.”
Memang, adanya perubahan kalimat tersebut terkesan sederhana, tetapi cara seseorang memberi makna terhadap sebuah peristiwa dapat memengaruhi respons emosional dan perilakunya.
3. Membantu Menghadapi Tantangan
Kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kegagalan, penolakan, kehilangan, perubahan, maupun berbagai situasi yang membuat seseorang meragukan dirinya sendiri. Dalam kondisi seperti itu, afirmasi dapat menjadi pengingat bahwa masalah yang sedang dihadapi bukanlah keseluruhan dari kehidupan.
Kalimat seperti “Saya mampu melewati masa sulit ini, satu langkah demi satu langkah” dapat membantu seseorang mempertahankan perspektif dan fokus pada hal-hal yang masih dapat dilakukan.
4. Mendorong Sikap Lebih Positif terhadap Diri Sendiri
Tidak sedikit orang yang lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain dibandingkan memaafkan dirinya sendiri. Dengan melakukan Afirmasi, dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri. Hal ini bukan berarti membenarkan semua kesalahan, tetapi belajar menerima bahwa menjadi manusia berarti memiliki keterbatasan, melakukan kesalahan, dan memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.
Kalimat seperti “Saya tidak harus sempurna untuk tetap berharga” dapat menjadi pengingat penting ketika seseorang terlalu keras terhadap dirinya sendiri.
Afirmasi tidak akan menghapus semua masalah yang tengah terjadi. Namun, Tindakan atau kebiasaan berbicara kepada diri sendiri dengan lebih realistis, penuh kasih, dan konstruktif dapat menjadi salah satu langkah kecil untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri.
Dengan afirmasi, seseorang dapat terbantu untuk mengingat nilai, tujuan, kemampuan, atau prinsip yang penting bagi dirinya.
Yang perlu digarisbawahi adalah, afirmasi bukan mantra ajaib yang secara otomatis langsung mengubah kehidupan. Lakukan afirmasi dengan disertai tindakan nyata sehingga hasilnya akan lebih bermakna. Misalnya, ketika mengucapkan “Saya belajar pasti pintar”, akan menjadi lebih kuat ketika diikuti dengan keberanian untuk mencoba dan melakukan tindakan belajar.(NA)








