Hanyut dalam Pesona Danau Sano Nggoang

Hanyut dalam Pesona Danau Sano Nggoang

SriSundari – Di balik destinasi wisata Nusa Tenggara Timur yang telah mendunia, Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, tersimpan sebuah permata yang menawarkan pengalaman berbeda dan menakjubkan, Danau Sano Nggoang.

Ini merupakan danau vulkanik yang dinobatkan sebagai salah satu kawah terdalam di dunia. Memiliki lanskap panorama danau yang sangat cantik, dikelilingi oleh deretan pegunungan, hutan yang masih alami, udara yang sejuk, aroma belerang, serta kehidupan masyarakat lokal yang masih menjaga tradisinya, menjadikan Danau Sano Nggoang destinasi wisata yang wajib disambangi.   

Terletak di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Danau Sano Nggoang memiliki luas sekitar 512 hektare dan kedalaman mencapai 600 meter, membuat danau ini masuk jajaran danau terdalam di dunia. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi peneliti maupun wisatawan pecinta alam.

Danau yang berada pada ketinggian 757 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terbentuk dari kaldera bekas erupsi Gunung Sano Nggoang. Banyak batuan vulkanik tua yang tersebar di sekitar danau yang merupakan batuan tertua di wilayah ini.

Dikelilingi hutan tropis yang masih alami ini, Danau Sano Nggoang memiliki kandungan belerang yang relatif tinggi. Aroma belerangnya pun cukup menyengat dan dapat tercium kuat di sekitar area danau.  Disarankan membawa masker untuk menutup hidung jika tidak tahan dengan bau belerang.

Hanyut dalam Pesona Danau Sano Nggoang

Selain danaunya yang luas, kawasan ini juga memiliki kolam-kolam air panas alami dengan airnya yang bening. Warga setempat menyebutnya webobob. Kolam air panas ini memiliki suhu bervariasi, dari hangat hingga sangat panas.  Banyak warga dan wisatawan yang memanfaatkan webobob untuk merendam, relaksasi, hingga mengobati penyakit kulit.

Luasnya hutan yang mengelilingi Danau Sano Nggoang, menjadikan kawasan ini sebagai rumah bagi berbagai flora dan fauna endemik dan surga bagi para birdwatcher. Disini hidup berbagai spesies burung endemik Flores, seperti gagak flores, flores monarch, tesia timor, hingga itik benjut.

Untuk mencapai lokasi Danau Sano Nggoang, perjalanan dari Labuan Bajo memerlukan waktu sekitar 3-4 jam dengan menemui akses medan perjalanan yang cukup menantang. Namun, wisatawan akan terlena melihat pemandangan alam yang unik dan cantik sepanjang perjalanan ini, terutama melihat lingkungan yang asri penuh dengan deretan rumah adat khas masyarakat Manggarai.

Gerbang memasuki kawasan Danau Sano Nggoang berada di Desa Wae Sano, tepatnya di Dusun Nunang. Desa Nunang terletak tepat di sekitar danau dan berbatasan langsung dengan kawasan Hutan Mbeliling.

Begitu sampai, masyarakat setempat pun akan menyambut kedatangan para wisatawan dengan Upacara Adat Kapu, yang merupakan tradisi khas Manggarai yang selalu dijaga oleh masyarakat setempat.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"