Kolaborasi Dua Putera Terbaik Bengkulu, Bawa Program Strategis ke Bumi Merah Putih

Kolaborasi Dua Putera Terbaik Bengkulu, Bawa Program Strategis ke Bumi Merah Putih

SriSundari – Kolaborasi antara Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin bersama Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI dalam merealisasikan program pengabdian Angkatan Darat Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Provinsi Bengkulu.

Hal Itu disampaikan saat Kedua putera terbaik Bengkulu itu melakukan pembicaraan intensif terkait realisasi program KBSB di ruang kerja ketua DPD RI di Senayan Jakarta pada Selasa (29/09/2026).

“Kehadiran Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi pagi ini dalam rangka melakukan koordinasi dan kolaborasi pelaksanaan kegiatan KBSB. Kopassus memang ditugaskan dan perlu terlibat aktif dalam agenda percepatan pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal, terluar Dan terdepan (3T),” ungkap Sultan kepada awak media.

Terkait dengan peran DPD RI, Sultan menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak khususnya kementerian lembaga terkait untuk turut berkolaborasi dalam program KBSB ini.

“TNI Angkatan Darat juga DPD RI sangat memahami bahwa banyak kebutuhan dasar masyarakat yang justru belum sepenuhnya disiapkan oleh negara. Sementara itu, di saat yang sama Pemerintah daerah merasa sedang kekurangan anggaran,” ujar Sultan.

Hal ini, menurut Sultan, TNI AD melalui Kopassus berupaya serius melakukan terobosan pengabdian yang berorietasi pada peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat daerah melalui program KBSB.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Panglima Kopassus Letjend Djon Afriyandi mengungkapkan program KBSB meliputi pembangunan jembatan, jaringan irigasi, sumur bor hingga operasi katarak dan lain-lain. Jenis program ini merupakan hasil penampungan aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh Dandim, Korem hingga Kodam.

“Mengapa kami perlu terlibat dalam agenda pembanguan di daerah tertinggal Dan terdampak bencana, karena yang dibutuhkan masyarakat di daerah 3T Dan Daerah terdampak bencana adalah kecepatan dan efektifitas,” tandas Letjend Djon Afriyandi.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"