Jangan Sepelekan Luka Batin

Jangan Sepelekan Luka Batin

SriSundari – Luka batin adalah efek / bekas / jejak emosional yang sangat dalam akibat mengalami sesuatu hal yang buruk, adanya tekanan besar serta menjadi trauma yang belum terselesaikan.

Seseorang yang memiliki luka batin disebabkan oleh:

  • Trauma masa kecil, misalnya mendapat didikan yang cukup keras, diabaikan, sering dipojokkan atau dikritik sejak kecil.
  • Masalah Sosial, seperti dikhianati, dilecehkan, dibully, kegagalan besar, dan lainnya
  • Tekanan berkepanjangan, seperti rasa stress berkepanjangan yang dipendam terus.

Akibat trauma masa lalu yang selalu dipendam dan diabaikan, bagaikan luka pada tubuh yang infeksi dan ditutup perban, dari luar tampak rapi namun didalamnya terasa sakit cenat-cenut dan berakhir membahayakan.

Luka batin juga dapat disebabkan akibat perasaan yang terluka, mungkin karena perkataan orang lain atau perilaku orang lain pada diri kita yang menyakitkan, namun diri kita tidak ingin terlihat lemah dimata teman-teman sehingga memilih mengubur dalam-dalam luka yang dirasakan tersebut, hingga akhirnya berusaha melupakannya.

Padahal, apapun luka batin yang dirasakan tersebut, sebaiknya dikelola dengan baik agar tidak mengganggu kehidupan selanjutnya. Karena, meskipun sudah dilupakan atau kubur dalam-dalam, nyatanya luka itu masih ada dalam diri. Tinggal menunggu waktu saja untuk keluar dan meledak-ledak.

Ciri-ciri seseorang yang menyimpan luka batin:

  1. Cepet marah, emosian, defensive
  2. Gelisah yang berlebihan
  3. Tidak percaya pada orang
  4. Ketakutan yang berlebihan (ditolak / ditinggalkan)
  5. Selalu merasa tidak nyaman, merasa kurang
  6. Kerap merasa sakit fisik padahal secara media tidak sakit

Cara Mengatasi Luka Batin

Luka batin terjadi akibat adanya tekanan yang besar atau kejadian negatif yang berlangsung secara terus menerus sehingga menimbulkan emosi negatif yang mendalam dan berbekas.  Seberapa pun besarnya luka batin yang dirasa, harus segera ditangani dengan baik.  Jika diabaikan, tanpa disadari luka batin tersebut akan menjadi besar bahkan membahayakan.  Segeralah diobati luka tersebut agar tidak menjadi rasa sakit yang selalu dibawa seumur hidup.

Ada beberapa cara untuk mengobati luka batin.  Namun sebelumnya, diri sendiri terlebih dahulu menyadari bahwa dirinya memiliki luka batin.  Dari mana luka batin tersebut berasal sehingga akan lebih mudah menyadari luka batin yang dimilikinya tersebut.

Jika sudah memahami luka batin yang dimiliki, mulai merefleksikan diri, mencari tahu apa pemicunya dan mulai memahami bagaimana mengatasi luka batin tersebut.  Semua itu membutuh proses, semakin besar keinginan diri sendiri untuk lepas dari luka batinnya, semakin cepat proses yang dialami.

Namun, apabila merasa tidak mampu mengatasi sendiri luka batin yang dialami tersebut, diperlukan orang ketiga untuk membantu menyembuhkan luka batinnya ini.  Bisa kepada sahabat yang dipercaya atau yang paling tepat adalah seorang psikolog agar penanganan yang dijalani tepat.

Tujuan penyembuhan terhadap luka batin bukan untuk membuat diri lupa dengan apa yang pernah terjadi.  Namun, tujuan utamanya adalah untuk membuat pikiran dan sikap menjadi kuat dan tidak kembali tenggelam dalam rasa sakit yang sama, ketika teringat kembali hal yang pernah membuat luka batin tersebut.(NA)

Tinggalkan Balasan

"Dunia dan isinya adalah media pembelajar oleh karena itu jadilah pembelajar yang baik"